Dalam upaya memahami dinamika probabilitas secara praktis, melakukan pengujian langsung melalui data statistik adalah langkah yang paling objektif. Banyak pemain yang bertanya-tanya mengenai efektivitas taruhan pada area angka kecil (4 hingga 10) dalam jangka panjang. Untuk menjawab rasa penasaran tersebut, dilakukanlah sebuah observasi mendalam mengenai hasil nyata simulasi yang melibatkan seratus putaran berturut-turut dengan fokus tunggal pada kategori Small. Simulasi ini bertujuan untuk membedah bagaimana variansi bekerja dan apakah konsistensi pada satu sisi benar-benar mampu menjaga kestabilan saldo pemain di tengah pengocokan dadu yang acak.
Pada fase awal simulasi, dari putaran pertama hingga ke-25, terlihat bahwa angka kecil muncul dengan frekuensi yang cukup stabil, yakni sekitar 12 kali. Ini menunjukkan bahwa pada awal permainan, distribusi angka cenderung mengikuti hukum peluang teoretis. Namun, hal menarik terjadi pada pertengahan sesi, tepatnya di antara putaran ke-40 hingga ke-60, di mana terjadi rentetan angka besar (Big) yang muncul secara dominan. Bagi pemain yang melakukan 100 putaran bet Small, fase ini adalah ujian mental yang paling berat. Tanpa manajemen modal yang kuat, penurunan saldo pada fase “dingin” ini sering kali membuat pemain menyerah sebelum simulasi berakhir, padahal fluktuasi seperti ini adalah bagian alami dari statistik permainan dadu.
Memasuki fase akhir, yaitu putaran ke-75 hingga ke-100, grafik mulai menunjukkan pembalikan arah atau regresi menuju nilai rata-rata. Angka kecil mulai muncul kembali dengan frekuensi yang lebih rapat, menutupi kerugian yang sempat terjadi di pertengahan sesi. Berdasarkan data yang terkumpul, simak temuannya bahwa dari total seratus putaran, kategori Small muncul sebanyak 47 kali, sementara kategori Big muncul 49 kali, dan sisa 4 kali adalah kemunculan angka Triple. Hasil ini memberikan gambaran yang sangat jelas bahwa meskipun ada margin keuntungan meja melalui angka Triple, taruhan pada Small tetap memberikan peluang bertahan yang sangat tinggi dibandingkan jenis taruhan spekulatif lainnya.